BerandaMenuTentangGaleriCeritaKontak Pesan lewat WhatsApp
Beranda › Tentang
Tentang kami

Dapur rumah di lereng Wilis.

Bukan pabrik kue. Setiap pagi, adonan diolah dalam batch kecil, dibungkus daun pisang, dan habis sebelum sore.

Mendut ketan pandan Kedai Ulfa dibuka di atas daun pisang

Jajanan pasar tidak jadi enak karena resepnya rahasia. Ia jadi enak karena dikukus pagi itu juga — dan habis sebelum sore.

Kedai Ulfa dijalankan Aulia Sewulan D. dari rumah di Kanigoro, Mojoduwur, Kecamatan Ngetos — di lereng Gunung Wilis, tak jauh dari Candi Ngetos peninggalan Majapahit. Ketan, tepung beras, santan, gula merah, dan daun pisang diolah dalam batch kecil setiap hari.

Yang kami jaga bukan cuma rasa, tapi kepastian: pesan berapa pun, dengan budget berapa pun, kami bantu susun. Nasi bungkus daun pisang untuk pengajian, nasi kotak untuk hajatan, atau sekotak jajanan campur untuk tamu yang mendadak datang.

10Menu tetap
24 jamSiap terima chat
Rp1.000Harga termurah
Yang kami pegang

Prinsip sederhana.

🍃

Fresh tiap hari

Dikukus dan digoreng pagi itu juga. Daun pisang bukan sekadar bungkus — aromanya masuk ke adonan.

🤝

Menyesuaikan budget

Kami tidak memaksakan paket. Sebut anggaran, kami susun isi yang paling pas untuk acaramu.

🕛

Selalu ada

Buka 24 jam. Chat tengah malam pun dibalas, karena acara sering datang mendadak.

Kata pelanggan

Dari yang sudah pesan.

Pesan 150 nasi kotak buat pengajian, saya cuma bilang budgetnya. Dua jam kemudian sudah dikirim rincian isinya. Datang tepat waktu, nasinya masih anget.

SHSiti HartatikWarga Mojoduwur★★★★★

Nogosarinya beda. Daun pisangnya wangi betul, jadi kelihatan memang baru dikukus, bukan stok kemarin. Klepon-nya juga masih meletus pas digigit.

BPBagus PrasetyoNganjuk kota★★★★★

Chat jam 11 malam masih dibalas. Buat saya yang sering dadakan nyiapin snack rapat pagi, ini yang paling menolong.

RWRetno WidiastutiGuru, Ngetos★★★★★